Kamis, 28 Juli 2011

SEMINAR WANITA DPW LDII JAWA TIMUR



Pembukaan oleh Ketua DPW LDII Jatim Ir.H.Chriswanto Santoso, M.Sc
Perkembangan internet membuat komunikasi kian tanpa batas, membuat manusia kian mudah menyelesaikan pekerjaannya. Namun di balik semua kemudahan itu, mudahnya akses ke internet membawa pula dampak buruk bagi anak-anak. Lantaran industri pornografi yang “dijual” melalui internet mudah pula diakses oleh anak-anak. Inilah yang mengharuskan para orang tua, untuk ekstra waspada agar anak-anak tidak mengakses konten yang berbau pornografi.

Untuk itu DPD LDII Provinsi Jatim melalui Biro Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga menggagas sebuah seminar bertemakan “Selamatkan Anak Kita dari Pornografi Menjadi Generus Berprestasi”. Seminar diselenggarakan pada hari Minggu, (24/07) bertempat di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya.

Peserta yang hadir adalah ibu-ibu utusan DPD LDII Kabupaten/kota se-Jawa Timur, istri pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur, pengurus wanita DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta para istri ulama LDII di Surabaya.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Ir. Hj. Urifah M.Si dari Badan Pemberdayaan Perempuan Pemprov Jawa Timur, Dra Hj. Sri Kartini dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta Dra. Astrid Regina Sapiie Wiratna seorang psikolog sekaligus dosen luar biasa Psikologi di beberapa universitas di Surabaya.

Dalam sambutannya Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, yang juga Ketua DPP LDII mengatakan acara seminar wanita merupakan salah satu kegiatan yang menjadi primadona di DPW LDII Provinsi Jawa Timur. Ibu-ibu bisa mendapat berbagai pengetahuan yang berguna bagi dirinya dan keluarga, dengan demikian, membentuk generasi yang berakhlaqul karimah menjadi lebih mudah.

“Peran ibu, dalam pembentukan generasi muda yang memiliki keimanan, ketaqwaan, dan akhlak yang luhur sangatlah strategis. Itulah yang membuat acara ini selalu ditunggu oleh warga LDII,” kata Chriswanto. Menurut Chriswanto, dalam banyak seminar disebutkan bahwa pendidik utama adalah orang tua. Namun, di Indonesia orang tua tidak disiapkan untuk mendidik. Lebih sering menggunakan emosi saat menghadapi anak, dan bukan mendidik dengan cara yang baik.

Keluarga menjadi salah satu tiang utama dalam pembentukan generasi LDII yang profesional religius. Karena di dalam keluarga, mula-mula ditanamkan rasa taqwa, kemandirian, dan budi pekerti. Maka orangtua berperan sangat strategis, untuk menanamkan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga pulang sekolah. Dengan demikian, seminar wanita menjadi salah satu acara unggulan untuk menambah wawasan dalam membina rumah tangga, di kalangan warga LDII.


Penyampai Materi Ir.Urifah, M.Si. materi dan Dra.Hj.Sri Kartini
Upaya Pemerintah Dalam Membentengi Masyarakat terhadap Bahaya Pornografi

Para pembicara adalah tokoh wanita di tingkat nasional maupun Jawa Timur, yang kompeten di bidangnya. Hasil dari seminar, ditularkan kepada ibu-ibu lainnya, di pengajian-pengajian pada pertemuan berikutnya oleh ibu-ibu yang menghadiri acara ini. Dalam kesempatan itu Hj. Urifah mengangkat tema Upaya Pemerintah Dalam Membentengi Masyarakat terhadap Bahaya Pornografi. Menurut Urifah, pornografi layak untuk dibentengi karena berdasarkan survei terdapat 420 juta halaman pornografi beredar di internet, di antaranya terdapat 100.000 situs pornografi anak. Berdasarkan usia pengakses pornografi, 80% dari anak usia 15-17 tahun telah mengakses pornografi.

Industri pornografi juga kian cerdik dalam memperluas pasar. Mereka memanfaatkan, bukan hanya komputer yang terhubung dengan internet, namun juga handphone. Komunikasi yang mempertontonkan bagian tubuh atau perilaku seksual manusia untuk membangkitkan dorongan seksual bisa diakses dengan mudah melalui foto, kartun, sms, tulisan, film, video, sinetron, suara, bahkan lagu.


Materi 3 Pornografi di sekitar kita oleh Dra. Astrid Wiratna, psikolog. Moderator Sovia Sahid, S.Psi
Menurut Astrid, pornografi kerap tidak secara vulgar ditampilkan di televisi, namun adegan seperti ciuman dan pelukan yang ditampilkan dalam porsi besar, yang membangkitkan hasrat seks dapat dikategorikan dalam pornografi. Menurutnya, tampilan Melinda Dee yang ditonjolkan dadanya dengan pose tertentu, merupakan salah satu bentuk pornografi. Paparan pornografi yang terus menerus ini berakibat buruk kepada anak-anak.

Hasrat seksual adalah karunia Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia. Hasrat ini bahaya apabila timbul saat manusia masih usia anak-anak, lantaran belum waktunya. Hasrat seksual yang sejak dini muncul akan merusak masa depan anak.

“Dampaknya, kendali diri melemah, kebutuhan seksual akan sulit terpuaskan secara normal, bahkan mengakibatkan kecanduan. Dalam masyarakat akan sering dijumpai kehamilan di luar nikah dan tingkat perceraian yang tinggi,” kata Astrid. Hal ini kian buruk bila menimpa anak-anak. Mereka menjadi penikmat pornografi bahkan seks di usia dini, mereka menjadi korban sekaligus alat. Yang merusak otak mereka dan membuat masa depan mereka menjadi suram.

Dalam kesempatan itu, Sri Kartini memaparkan dekadensi moral yang dialami remaja, yang diakibatkan pornografi, dipengaruhi pula oleh pergaulan, “Banyak kawan merupakan prestasi, namun pengaruh buruk juga datang dari pergaulan. Untuk itu orangtua bisa memulai membatasi pergaulan dengan mempercayakan beberapa tanggung jawab rumah kepada anak, agar mereka mengurangi keluyuran,” pungkas Sri Kartini.

Selanjutnya, beri mereka pendidikan yang baik, “Agar anak memperoleh pendidikan yang bagus, sekolahkan mereka di sekolah yang bermutu,” sambung Sri Kartini. Bahkan, ketika mereka telah menyelesaikan sekolah dan ingin lanjut ke perguruan tinggi, orangtua harus berperan mengarahkan anak, untuk memilih jurusan sesuai dengan bakat, minat, dan kesenangannya. Sebaliknya, waktu luang yang dimiliki orangtua, dapat dimaksimalkan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih kepada anak-anak.

Soal pacaran, menurut Sri Kartini, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan, “Kenyataan selalu tak sesuai dengan harapan, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Lagipula kehangatan selama pacaran tak bisa dinikmati selamanya. Inilah yang harus ditegaskan kepada anak-anak,” ujar Sri Kartini. Nasehat ini harus disampaikan dengan tegas dan seimbang. Tegas dalam hal hukum dan seimbang dalam hal pengawasan dengan kebebasan.


Meriah, Pembagian Door Prize
Dari seminar ini diharapkan para orang tua terutama ibu memiliki bekal kemampuan dalam mendidik anak. Mampu mengawasi perkembangan anak, agar tidak mudah terpapar pornografi. Dengan demikian harapan terbentuknya generasi penerus yang berkualitas bisa terwujud. (Raditya
Pembukaan oleh Ketua DPW LDII Jatim Ir.H.Chriswanto Santoso, M.Sc
Perkembangan internet membuat komunikasi kian tanpa batas, membuat manusia kian mudah menyelesaikan pekerjaannya. Namun di balik semua kemudahan itu, mudahnya akses ke internet membawa pula dampak buruk bagi anak-anak. Lantaran industri pornografi yang “dijual” melalui internet mudah pula diakses oleh anak-anak. Inilah yang mengharuskan para orang tua, untuk ekstra waspada agar anak-anak tidak mengakses konten yang berbau pornografi.

Untuk itu DPD LDII Provinsi Jatim melalui Biro Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga menggagas sebuah seminar bertemakan “Selamatkan Anak Kita dari Pornografi Menjadi Generus Berprestasi”. Seminar diselenggarakan pada hari Minggu, (24/07) bertempat di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya.

Peserta yang hadir adalah ibu-ibu utusan DPD LDII Kabupaten/kota se-Jawa Timur, istri pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur, pengurus wanita DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta para istri ulama LDII di Surabaya.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Ir. Hj. Urifah M.Si dari Badan Pemberdayaan Perempuan Pemprov Jawa Timur, Dra Hj. Sri Kartini dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta Dra. Astrid Regina Sapiie Wiratna seorang psikolog sekaligus dosen luar biasa Psikologi di beberapa universitas di Surabaya.

Dalam sambutannya Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, yang juga Ketua DPP LDII mengatakan acara seminar wanita merupakan salah satu kegiatan yang menjadi primadona di DPW LDII Provinsi Jawa Timur. Ibu-ibu bisa mendapat berbagai pengetahuan yang berguna bagi dirinya dan keluarga, dengan demikian, membentuk generasi yang berakhlaqul karimah menjadi lebih mudah.

“Peran ibu, dalam pembentukan generasi muda yang memiliki keimanan, ketaqwaan, dan akhlak yang luhur sangatlah strategis. Itulah yang membuat acara ini selalu ditunggu oleh warga LDII,” kata Chriswanto. Menurut Chriswanto, dalam banyak seminar disebutkan bahwa pendidik utama adalah orang tua. Namun, di Indonesia orang tua tidak disiapkan untuk mendidik. Lebih sering menggunakan emosi saat menghadapi anak, dan bukan mendidik dengan cara yang baik.

Keluarga menjadi salah satu tiang utama dalam pembentukan generasi LDII yang profesional religius. Karena di dalam keluarga, mula-mula ditanamkan rasa taqwa, kemandirian, dan budi pekerti. Maka orangtua berperan sangat strategis, untuk menanamkan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga pulang sekolah. Dengan demikian, seminar wanita menjadi salah satu acara unggulan untuk menambah wawasan dalam membina rumah tangga, di kalangan warga LDII.


Penyampai Materi Ir.Urifah, M.Si. materi dan Dra.Hj.Sri Kartini
Upaya Pemerintah Dalam Membentengi Masyarakat terhadap Bahaya Pornografi

Para pembicara adalah tokoh wanita di tingkat nasional maupun Jawa Timur, yang kompeten di bidangnya. Hasil dari seminar, ditularkan kepada ibu-ibu lainnya, di pengajian-pengajian pada pertemuan berikutnya oleh ibu-ibu yang menghadiri acara ini. Dalam kesempatan itu Hj. Urifah mengangkat tema Upaya Pemerintah Dalam Membentengi Masyarakat terhadap Bahaya Pornografi. Menurut Urifah, pornografi layak untuk dibentengi karena berdasarkan survei terdapat 420 juta halaman pornografi beredar di internet, di antaranya terdapat 100.000 situs pornografi anak. Berdasarkan usia pengakses pornografi, 80% dari anak usia 15-17 tahun telah mengakses pornografi.

Industri pornografi juga kian cerdik dalam memperluas pasar. Mereka memanfaatkan, bukan hanya komputer yang terhubung dengan internet, namun juga handphone. Komunikasi yang mempertontonkan bagian tubuh atau perilaku seksual manusia untuk membangkitkan dorongan seksual bisa diakses dengan mudah melalui foto, kartun, sms, tulisan, film, video, sinetron, suara, bahkan lagu.


Materi 3 Pornografi di sekitar kita oleh Dra. Astrid Wiratna, psikolog. Moderator Sovia Sahid, S.Psi
Menurut Astrid, pornografi kerap tidak secara vulgar ditampilkan di televisi, namun adegan seperti ciuman dan pelukan yang ditampilkan dalam porsi besar, yang membangkitkan hasrat seks dapat dikategorikan dalam pornografi. Menurutnya, tampilan Melinda Dee yang ditonjolkan dadanya dengan pose tertentu, merupakan salah satu bentuk pornografi. Paparan pornografi yang terus menerus ini berakibat buruk kepada anak-anak.

Hasrat seksual adalah karunia Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia. Hasrat ini bahaya apabila timbul saat manusia masih usia anak-anak, lantaran belum waktunya. Hasrat seksual yang sejak dini muncul akan merusak masa depan anak.

“Dampaknya, kendali diri melemah, kebutuhan seksual akan sulit terpuaskan secara normal, bahkan mengakibatkan kecanduan. Dalam masyarakat akan sering dijumpai kehamilan di luar nikah dan tingkat perceraian yang tinggi,” kata Astrid. Hal ini kian buruk bila menimpa anak-anak. Mereka menjadi penikmat pornografi bahkan seks di usia dini, mereka menjadi korban sekaligus alat. Yang merusak otak mereka dan membuat masa depan mereka menjadi suram.

Dalam kesempatan itu, Sri Kartini memaparkan dekadensi moral yang dialami remaja, yang diakibatkan pornografi, dipengaruhi pula oleh pergaulan, “Banyak kawan merupakan prestasi, namun pengaruh buruk juga datang dari pergaulan. Untuk itu orangtua bisa memulai membatasi pergaulan dengan mempercayakan beberapa tanggung jawab rumah kepada anak, agar mereka mengurangi keluyuran,” pungkas Sri Kartini.

Selanjutnya, beri mereka pendidikan yang baik, “Agar anak memperoleh pendidikan yang bagus, sekolahkan mereka di sekolah yang bermutu,” sambung Sri Kartini. Bahkan, ketika mereka telah menyelesaikan sekolah dan ingin lanjut ke perguruan tinggi, orangtua harus berperan mengarahkan anak, untuk memilih jurusan sesuai dengan bakat, minat, dan kesenangannya. Sebaliknya, waktu luang yang dimiliki orangtua, dapat dimaksimalkan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih kepada anak-anak.

Soal pacaran, menurut Sri Kartini, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan, “Kenyataan selalu tak sesuai dengan harapan, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Lagipula kehangatan selama pacaran tak bisa dinikmati selamanya. Inilah yang harus ditegaskan kepada anak-anak,” ujar Sri Kartini. Nasehat ini harus disampaikan dengan tegas dan seimbang. Tegas dalam hal hukum dan seimbang dalam hal pengawasan dengan kebebasan.


Meriah, Pembagian Door Prize
Dari seminar ini diharapkan para orang tua terutama ibu memiliki bekal kemampuan dalam mendidik anak. Mampu mengawasi perkembangan anak, agar tidak mudah terpapar pornografi. Dengan demikian harapan terbentuknya generasi penerus yang berkualitas bisa terwujud. (Raditya

Kamis, 07 Juli 2011

LDII Kota Gelar Pesta Cabe Rawit



MOJOKERTO - Untuk mengisi liburan sekaligus meningkatkan kreativitas anak, LDII Kota Mojokerto menggelar Pesta Cabe Rawit Minggu (26/6). Acara yang diselenggarakan di Arena Wisata Rolak Songo tersebut, dikemas dengan materi keagamaan, outbond serta berbagai ajang kreativitas anak-anak.
Sekitar 387 anak dari berbagai TPQ dan SD di Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan didampingi orang tua dan gurunya, tampak dengan ceria mengikuti berbagai lomba dan ketangkasan yang diadakan. Dari 387 anak tersebut, dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 untuk usia pra TK sampai kelas 2 SD, yang terdiri dari 191 anak dan kelompok II untuk anak kelas 3 sampai 6 SD yang terdiri dari 186 anak.
Masing-masing setiap kelompok diberikan materi yang berisi keagamaan dan permainan ketangkasan. Seperti praktek Wudlu, sholat dan do'a, menghafal asmaul husna dan sebagianya. Sedangkan permainan ketangkasan berupa meniti bambu, jaring laba-laba sampai basket.
Koordinator acara yang juga Ketua Seksi Kepemudaan LDII Kota Mojokerto, Djimin, S.Pd menjelaskan, selain untuk mengisi liburan, kegiatan ini juga sebagai ajang kreativitas anak serta untuk evaluasi TPQ ditiap kelurahan, terutama mengenai materi keagamaannya. "Jadi anak-anak bisa bermain sekaligus menambah wawasan religinya. Untuk itu ada sekitar 60 guru yang mendampingi anak didiknya dalam kegiatan ini," jelasnya.
Djimin menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan usia dini, yang dilakukan Seksi Kepemudaan LDII melalui bidang Penggerak Pembina Generus (PPG). (nto/adv)

sumber : Radar Mojokerto

Selasa, 21 Juni 2011

LDII, Tidak Seperti yang Dituduhkan Orang

Hingga kini masih terjadi dan berlangsung tudingan, suara miring, isu hingga fitnah dan tuduhan mendera Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Tudingan hingga tuduhan tanpa dasar hukum, baik ajaran Islam maupun hukum positif yang berlaku di Indonesia dilontarkan pihak-pihak yang tidak menginginkan LDII maju dan berkembang dimanapun berada.
Berbagai tuduhan dilontarkan kepada LDII. Di antaranya, jika ada
umat Islam di luar anggota LDII shalat di masjid komunitas LDII, maka anggota LDII akan menyamaknya.
Begitu juga tudingan anggota LDII yang shalat berjamaah di belakang imam yang bukan anggota LDII, maka anggota LDII akan mengulangi shalat itu di rumah atau tempat lain serta LDII bersifat eksklusif. Itu semua hanyalah fitnah dan tuduhan tanpa fakta otentik.
Tindakan pembersihan masjid, karena warga LDII sangat menjaga kebersihan sesuai anjuran ajaran Islam (Annazhofatu minal iman), namun disalahartikan segelintir pihak sebagai bentuk "penyamakan".
LDII sama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam lainnya yang tercatat resmi di Kementerian Dalam Negeri Cq Kesbang Linmas. Bahkan, LDII yang berasaskan Pancasila seharusnya tidak patut dicurigai, apalagi difitnah dan dituduh sebagai salah satu ajaran sesat-menyesatkan di Indonesia.
Pepatah yang selalu kita pegang: "Tak kenal maka tak sayang". Jadi, masih banyak masyarakat, khususnya umat
Islam yang belum mengenal LDII. Sehingga, wajar saja merasa tak sayang yang sampai-sampai menyudutkan eksistensi lembaga agama Islam ini.
Padahal, Islam mengajarkan kepada umatnya apabila datang satu kabar atau berita dari kalangan/kaum fasik, maka "tabayyun" (cek dan ricek, periksa secara teliti, selidiki secara langsung). Sehingga, informasi yang diterima tidak bersifat sepihak saja. Hal ini tertera dalam Alquran Surah Al-Hujurat ayat 6 yang artinya:"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa satu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun)...".
Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam juga tidak luput dari cacian dan cercaan, fitnahan serta tuduhan negatif dari kalangan Kaum Kafir Quraisy. Tapi, Nabi Muhammad SAW sendiri beranggapan hal itu wajar. Sebab, mereka (Kafir Quraisy) belum mengetahui ajaran Islam yang dibawanya ke atas bumi ini.
Karena itu, bagi mereka yang menuduh macam-macam tentang LDII,
sebaik dan seharusnyalah dapat melihat langsung aktivitas warga LDII, baik sewaktu melaksanakan shalat wajib 5 waktu sehari semalam maupun kegiatan keagamaan lainnya, seperti diskusi tentang Hadits dan sebagainya. Ataupun melihat, bagaimana i’tikaf yang mereka lakukan hingga Shalat Tahajjud dan membaca Alquran. Maka, semuanya akan terjawab, apakah LDII benar-benar mengamalkan ajaran Islam sesungguhnya atau masih dianggap beraliran sesat.
Namun, hanya sedikit orang yang bersedia, tetapi kebanyakan menuduh tanpa bukti yang hanya berdasarkan dalil “Qiila waqaala” (kata si pulan yang tidak diketahui siapa dia)


APA ITU LDII?
Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau disingkat LDII pertama kali berdiri pada 3 Januari 1972 dengan nama Yayasan Lembaga Karyawan Islam (YAKARI).
Pada Musyawarah Besar (Mubes)
tahun 1981 namanya diganti menjadi Lembaga Karyawan Dakwah Islam (Lemkari). Sedangkan pada Mubes tahun 1990 atas dasar pidato pengarahan Sudharmono SH selaku Wakil Presiden RI dan Jenderal TNI Rudini sebagai Menteri Dalam Negeri waktu itu, serta masukan baik pada sidang-sidang komisi maupun sidang paripurna dalam Mubes IV Lemkari tahun 1990, selanjutnya perubahan nama tersebut ditetapkan dalam keputusan, Mubes IV Lemkari No. VI/MUBES-IV/ LEMKARI/1990, pasal 3 mengubah nama organisasi dari Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat Lemkari yang sama dengan akronim Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia) diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia, yang disingkat LDII yang sekarang Ketua Umum DPP LDII Prof DR Ir KH Abdullah Syam MSc.

Badan hukum LDII:
a). Dasarnya, yaitu Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-18. AH.01.06 Tahun. 2008 tanggal 20 Februari 2008. b). Isi Keputusan: Pertama, memberikan pengesahan Akta
Pendirian: Lembaga Dakwah Islam Indonesia disingkat LDII, NPWP. 02.414.788.6-036.000 berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia, sebagaimana Anggaran Dasarnya termuat dalam Akta Nomor 01 tanggal 03 Januari 1972 yang dibuat oleh Notaris Mudijomo berkedudukan di Surabaya dan Akta Nomor 13 tanggal 27 September 2007 yang dibuat di hadapan Notaris Gunawan Wibisono SH berkedudukan di Surabaya.
Karena itu, mengakui lembaga tersebut sebagai badan hukum pada hari pengumuman anggaran dasarnya dalam tambahan Berita Negara Republik Indonesia.
Kedua, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

LDII merupakan Ormas independen, resmi dan legal yang mengikuti ketentuan UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan pasal 9, ayat (2), tanggal 4 April 1986 (Lembaran Negara RI 1986 Nomor 24), serta pelaksanaannya meliputi PP
No. 18 tahun 1986 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1986 dan Aturan hukum lainnya.
LDII memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), program kerja dan pengurus mulai dari tingkat Pusat sampai ke tingkat desa.
LDII tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang & Linmas) Departemen Dalam Negeri. LDII merupakan bagian komponen bangsa Indonesia yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sedangkan LDII berdiri sesuai cita-cita ulama sebagai perintisnya, yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Al Hadits dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dalam kepengurusannya, LDII memiliki 32 DPD Provinsi, 302 DPD Kabupaten dan Kota, 1.637 PC (Pimpinan Cabang) di kecamatan, dan 4.500-an PAC
(Pimpinan Anak Cabang) di desa/kelurahan.
Ada 3 moto LDII:
1. “Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh kepada yang ma’ruf (perbuatan baik) dan mencegah dari yang mungkar (perbuatan tercela), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS Ali Imran ayat 104).
2.“Katakanlah inilah jalan (agama) - Ku, dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (dalil/dasar hukum) yang nyata. Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk golongan orang yang musyrik”. (QS Yusuf ayat 108), dan
3.“Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik”. (QS An-Nahal ayat 125).

VISI-MISI DAN TUJUAN LDII
Ketua Umum DPP LDII Prof DR Ir KH Abdullah Syam MSc dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV LDII Sumatera Utara di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan pada 16 Mei 2011 kembali menegaskan visi-misi dan tujuan LDII.
Dikemukakannya, visi LDII, yakni menjadi organisasi dakwah Islam profesional yang mampu mewujudkan manusia Indonesia yang tekun beribadah kepada Allah SWT, berakhlakulkarimah, memakmurkan bumi serta membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis tabiat jujur, amanah, kerja keras dan hemat, rukun, kompak dan bekerjasama yang baik.
Misi LDII, sambungnya, memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah NKRI.
Sedangkan tujuan keberadaan LDII ingin meningkatkan
kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT guna terwujudnya masyarakat mandiri yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila serta diridhoi Allah SWT.
Menurutnya, dalam praktiknya, LDII mengikuti prinsip-prinsip dakwah. Yakni, mengajak ke jalan Allah berdasarkan hikmah serta memberikan nasihat berupa kebaikan.
Untuk itu, LDII dalam praktik dakwahnya mengacu kepada 7 "green dakwah". Pertama, dakwah berpedoman kepada Alquran dan Al-Hadits. Kedua, membawa kesalihan sosial. Ketiga, santun, sejuk dan tasamuh (toleransi).
Keempat, membawa kemaslahatan umat. Kelima, berwawasan lingkungan. Keenam, memperhatikan kesehatan, dan ketujuh, dibawakan dengan kasih-sayang.
"Karena itu, LDII baik dalam dakwah bil qalam, bil kalam, maupun bil hal tidak melakukan
cara-cara radikal, kekerasan/anarkis. Sebab, cara-cara ini tidak dicontohkan Rasulullah SAW dalam dakwahnya," tegas KH Abdullah Syam.
Mengenai adanya tudingan miring hingga fitnah dan tuduhan kepada LDII di masa lalu, KH Abdullah Syam berilustrasi:"Jika saya pernah berbuat jahat pada masa yang lalu. Kemudian, saya taubat nasuha dengan senantiasa berbuat baik, apakah saya masih dicap sebagai orang jahat. Tentunya kan tidak. Begitu juga dengan LDII".
Dari penjelasan tersebut, maka tidak ada alasan lagi pihak-pihak yang mencurigai, apalagi memfitnah dan menuduh LDII sebagai ajaran maupun aliran sesat-menyesatkan, seperti Ahmadiyah.
Selain tunduk kepada Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW (Al-Hadits), LDII juga berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Bahkan, bagi LDII NKRI merupakan "harga mati" sama seperti mempertahankan Islam sebagai ajaran yang wajib diikuti dan dibela hingga akhir hayat oleh setiap warga
LDII.
Untuk melihat langsung aktivitas warga LDII, terutama di markasnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri dan Ponpes Gadingmangu Jombang yang keduanya berada di Provinsi Jawa Timur serta ke Markas Besar DPP LDII di kawasan Senyang yang diterima langsung Ketua Umumnya KH Abdullah Syam didampingi pengurus teras lainnya, penulis yang ikut rombongan ulama Medan dalam “Muhibbah Tabayyun” ke lokasi dua Ponpes LDII itu yakni Ketua Komisi Dakwah dan Luar Negeri MUI Medan Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar Lc, Penasihat MUI Medan/Ketua Umum Majelis Dzikir Tazkira Sumut KH Amiruddin MS, pengurus MUI Medan Drs H Amhar Nasution MA, Qari Muhammad Syafi’i Ssos serta Ketua LDII Sumut masa bakti 2011-2016 Ir H Agus Purwanto sejak 13-15 Juni 2011, merasakan bagaimana suasana religius serta tidak ditemukan hal-hal aneh sebagaimana dituduhkan segelintir pihak terhadap LDII.
Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun yang menuding hingga menuduh
LDII sebagai aliran sesat. Mereka hanya mendengar “kabar burung” yang tidak jelas. Jadi, sebagai umat Islam, kita wajjb “tabayyun” jika mendengar informasi yang belum jelas kebenarannya dari fasik. Jika kita tetap membenarkan “kabar burung” itu, samalah kita dengan orang-orang fasik.


MARKAS DPP LDII: Rombongan ulama MUI Medan dipimpin KH Zulfiqar Hajar, Buya KH. Amirudin, Drs. Amhar Nasution didampingi Ketua Umum DPP LDII H Abdullah Syam, KH> Chriswanto Santoso, M.Sc, H. Sidik Waskito BA, Rioberto Sidauruk, SH dan pengurus lainnya foto bersama di depan markas Ormas Islam itu di kawasan Senayan Jakarta, Rabu (15/6).(Foto: Skala/Ramadhan)

Tidak Berbeda, Cara Beribadah Warga LDII dengan Umat Islam Lainnya

Rukun Islam ada 5, satu di antaranya shalat. Sedangkan
dalam shalat ada 13 rukun dimulai Takbiratul Ihram hingga Salam. Dalam shalat wajib 5 waktu, warga LDII juga melaksanakan 13 rukun yang diwajibkan.
Memang sedikit terjadi perbedaan dalam shalat. Itu pun hanya “fur’iyyah” yang tidak perlu didiskusikan.Yakni, mereka tidak “menzaharkan” membaca Bismillah, tetapi hanya “mensirkan” serta tidak membaca doa qunut pada Shalat Shubuh, tetapi mereka tetap mengangkat tangan ketika KH Zulfiqar Hajar memimpin doa usai taushiyah.
Dari perjalanan “Muhibbah Tabayyun” ke 2 Ponpes LDII di Ponpes Wali Barokah Kediri dan Ponpes Gadingmangu di Jombang tidak terlihat sama sekali penyimpangan dalam shalat. Santri-santriwati yang berjumlah 2.000an di setiap Ponpes secara khusyu’ mengikuti setiap prosesing dalam shalat tersebut. Bahkan, imam dalam shalat tersebut hafiz Alquran lulusan Mekkah (Arab Saudi).
Ada keistimewaan kedua Ponpes itu yang (mungkin) tidak dipunyai Ponpes-ponpes milik Ormas Islam
lainnya. Yakni, para santri-santriwati membaca Alquran setelah shalat sunnah (rawatib) pada setiap shalat wajib hingga muazzin mengumandangkan qomat.
Selain itu, mereka setiap malam melaksanakan “Shalat Malam” (Shalat Tahajjud) dimulai pukul 02.00-03.00 WIB serta senantiasa mengucapkan “Shallallahu alaihi wasallam” ketika pentaushiyah mengajak bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Dalam bidang kebersihan, seharusnya umat Islam mau belajar dengan LDII. Sebab, LDII benar-benar mengamalkan Hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “ “Annazhofatu minal iman” (kebersihan itu bagian dari iman).
Rombongan ulama termasuk wartawan Skala menyaksikan secara langsung, bagaimana kebersihan itu harus senantiasa dijaga. Tidak saja kamar tidur yang bersih dan teratur, bahkan kamar mandi juga sangat bersih dengan nenyediakan sandal/selop serta ada “batasan suci”, sehingga sandal/selop tidak boleh berada di tempat “batasan suci” serta lantai
dalam dan luar setiap gedung senantiasa tetap bersih.
Satu hal sangat mengagumkan, usai shalat wajib, rombongan ulama menyaksikan sepatu dan sandal/selop tersusun rapi di anak tangga masjid dalam posisi siap pakai.
Begitu juga kebersihan anak dan pegangan tangga serta lantai yang berada di menara agung Masjid Baitul A’la di Ponpes Wali Barokah Kediri setinggi 99 meter atau 23 lantai (Asmaul Husna) yang di kubahnya terdapat 60 Kg emas murni sangat bersih. Ini terbukti tidak berdebu. Begitu juga lantainya, sehingga rombongan ulama Medan yang naik hingga ke puncak menara tidak merasakan adanya kotoran di tangan dan kaki, karena rombongan hanya “berkaki ayam”.
Selain senantiasa menjaga kebersihan, warga LDII juga sangat disiplin, rukun, kompak dan sangat memuliakan tamu yang berkunjung dengan memberikan fasilitas sangat memadai. Mereka benar-benar mengamalkan Hadits Rasulullah SAW yang maknanya :”Siapa-siapa yang berman kepada Allah dan
Hari Akhirat, maka hendaklah dia memuliakan tamu”.
Jadi, tidak mengherankan tetamu datang dari berbagai penjuru nusantara. Tidak saja dari seputaran Pulau Jawa saja, tetapi juga dari pula-pulau lain beragam provinsi da kabupaten/kota datang “bertabayyun” ke dua Ponpes LDII itu.
Dalam pengajaran, para santri-santriwati tidak “alergi” dengan pentaushiyah dari luar LDII. Seperti taushiyah disampaikan KH Amiruddin MS dan Drs H Amhar Nasution MA usai Shalat Shubuh dan Zuhur. Ini artinya, warga LDII sudah bersifat terbuka tidak eksklusif sebagaimana yang terjadi pada paradigma lama. Namun, dengan paradigma baru, mereka lebih terbuka lagi kepada masyarakat umum.
Paradigma baru ini bukan dalam perbaharuan akidah. Mereka tetap mengakui Allah sebagai Tuhan Yang Mahaesa dan Nabi Muhammad bin Abdullah SAW sebagai Rasul dan utusan Allah, berpegang teguh kepada Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW (Hadits) serta patuh kepada pemimpin dan
ulama.
Dalam bidang sosial-kemasyarakatan, baik sebagai tuan rumah maupun peserta, warga LDII ikut aktif. Seperti kegiatan-kegiatan ilmiah dan keagamaan semisal MTQ dan berbagai pelatihan kepemimpinan serta kegiatan lain berupa khitanan massal, penghijauan dan gotong-royong. (HA Ramadhan)

sumber: catatan H.A Ramadhan Lubis (wartawan harian skala medan)

Selasa, 14 Juni 2011

Kunjungan Silaturahim Para Ulama Medan

Kunjungan Silaturahim Para Ulama Medan – Pengurus LDII Jawa Timur

 Upaya Membangun Ukhuwah Islamiyah
Silaturahim para ulama Medan, Sumatera Utara ke kantor DPW LDII Provinsi Jawa Timur berlangsung Senin (13/6) siang. Rombongan ulama Medan dipimpin oleh Ketua Komisi Da’wah MUI Kota Medan KH. Zulfiqar Hajar, Lc. Beserta rombongan tampak Buya KH. Amiruddin MS, MA, PhD, sekretaris bidang da’wah Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sekaligus Ketua Umum Majlis Tazkira (tauziah zikir dan do’a) Sumatera Utara. Ikut pula Drs. H. Anhar Nasution, MA Dosen Fakultas Ke Kedokteran Universitas Sumatera Utara sekaligus ulama Kamtibmas Polda Sumatera Utara. Selain itu ada Qori’ nasional M. Syafi’i, S.Sos juga seorang wartawan Sumatera Utara Drs. H. A. Ramadhan Lubis. Ketua DPD LDII Sumatera Utara Ir. H. Agus Purwanto ikut mendampingi rombongan.

Dari pihak tuan rumah tampak Ketua DPW LDII Jatim Ir. Chriswanto Santoso, MSc. Beliau didampingi sejumlah pengurus antara lain wakil ketua H. Hasan Yuswadi, SH, sekretaris Ir. H. Dedid Cahya Happyanto, MT, bendahara H. Ali Zuhdi, SH, dan wakil bendahara Ir H. Ma’un, MT.
Di sela-sela kunjungan, rombongan ulama Medan menyempatkan diri berkunjung ke jembatan Suramadu dan lokasi lumpur Lapindo. Dari Kantor DPW LDII Jatim, rombongan akan menuju Pondok Walibarokah Kediri, dilanjutkan ke Pondok Gading Mangu Jombang.
Silaturahim ini adalah kelanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya antara KH. Zulfiqar dengan LDII. Sekitar satu setengah tahun lalu, beliau bersama Prof. M. Hatta bertemu dengan Ir. Chriswanto yang juga merupakan pengurus DPP LDII. “Kala itu pertemuan untuk mengklarifikasi tudingan LDII sesat dan jelek,” demikian tutur Chriswanto. Hasil pertemuan tersebut justru menisbikan tudingan LDII sesat dan jelek. KH. Zulfiqar bahkan menegaskan bahwa LDII punya reference yang jelas. Semua ajarannya berdasarkan Qur’an dan Hadits.
Kontak lanjutan berlangsung akhir Maret 2011 pasca Munas LDII. Saat itu DPP LDII diwakili oleh Ir. Chriswanto Santoso, MSc. dan Ir. Prasetyo Soenaryo, MT. Pertemuan berlangsung di Medan. Dari pertemuan ini KH. Zulfiqar malah makin yakin dengan kebenaran LDII. Bahkan beliau menjadi pembela LDII. Suara-suara miring yang menjelekkan LDII pasti beliau tepis dengan menunjukkan berbagai bukti kuat. Bahkan mempertemukan pihak-pihak yang menjelekkan LDII dengan jajaran pengurus LDII di Sumatera Utara.
Akhir Mei lalu KH Zulfiqar juga bertemu dengan LDII. Kala itu Ir. Chriswanto berkunjung ke kediaman beliau dengan menyerahkan eksternal software Maktabah Samilah, kumpulan hadits-hadits yang dikaji LDII.
Kebersihan dan kedisiplinan LDII mendapat pujian dalam kunjungan kali ini. Konsistensi inilah yang patut menjadi teladan bagi kelompok lain di luar LDII. “Belajar dari LDII,” demikian tutur KH Zulfiqar. (wid)

sumber; islamictribune.wordpress.com

Rabu, 01 Juni 2011


Menggugat Hari Lahir Pancasila
oleh: Widi Yunani
Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Namun, berdasarkan telaah fakta sejarah, banyak hal bisa menjadi bahan perdebatan tentang kapan sesungguhnya Hari Lahir Pancasila.
Salah seorang yang mempertanyakannya adalah Adian Husaini, pemikir muda Islam. Ketua Program Studi Pendidikan Islam Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini mempertanyakan, Benarkah 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila sebagaimana yang diperingati sebagian kalangan di Indonesia?
Pembahasan Adian disampaikan pada seminar sehari yang mengupas tentang Piagam Jakarta, Pancasila dan UUD’45. Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) yang dikomandoi oleh Ahmad Sumargono, Senin (30/5) di gedung Menara Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta.
Menurut Adian, Istilah “Pancasila”disebutkan oleh Soekarno di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1965. Adapun lima azas yang disebut Pancasila dan diusulkan Soekarno pada 1 Juni 1945 antara lain (1) kebangsaan Indonesia; (2) internasionalisme dan peri kemanusiaan; (3) mufakat atau demokrasi; (4) kesejahteraan sosial; dan (5) Ketuhanan yang Maha Esa
Tiga hari sebelum pidato Soekarno, tepatnya 29 Mei 1945, Muhammad Yamin sudah terlebih dahulu menyampaikan pidatonya yang juga mengandung usulan lima azas bagi Indonesia Merdeka, yaitu (1) peri kebangsaan, (2) peri Ketuhanan (3) kesejahteraan rakyat (4) peri kemanusiaan, dan (5) peri kerakyatan.
Bagi Adian, tidak ada perbedaan fundamental antara lima asas Yamin dengan lima dasar Soekarno. Menurut Mohammad Roem, panjang naskah pidatonya pun sama, yaitu 20 halaman. Karena itulah BJ. Boland dalam bukunya, The Struggle of Islam in Modern Indonesia(The Hague: Martinus Nijhoff, 1971), menyimpulkan bahwa “The Pancasila was in fact a creation of Yamin’s and not Soekarno’s.” (Pancasila faktanya adalah karya Yamin dan bukan karya Soekarno).
Menurut Adian, sebagian lain menyebut, bahwa yang tepat kelahiran Pancasila adalah 22 Juni. Sebab pada 22 Juni 1945, untuk pertamakalinya dikeluarkan rumusan Pancasila hasil kompromi antara 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam. Rumusannya dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan: (a) Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, (b). Kemanusiaan yang adil dan beradab, (c). Persatuan Indonesia, (d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan (e). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tetapi ada pula yang menyebutkan, bahwa 18 Agustus lebih tepat menjadi penanda peringatan kelahiran Pancasila. Sebab pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyepakati rumusan Pancasila yang seperti sekarang ini.
Jadi, penggunaan 1 Juni sebagai peringatan kelahiran Pancasila dengan hanya mendasarkan pada Bung Karno, masih perlu penelaahan sejarah yang lebih serius. Bukti-bukti sejarah justru menunjukkan bahwa rumusan Pancasila resmi seperti rumusan saat ini lahir pada 18 Agustus 1945. Oleh sebab itu, lebih tepat jika hari lahir Pancasila disebut tanggal 18 Agustus 1945

sumber : islamictribune.wordpress.com

Rabu, 02 Maret 2011

Workshop Gerakan Internet Sehat


Sekian lama tertunda, kesampaian juga acara pelaksanaan kegiatan pelatihan Workshop GIS DPD LDII Kota Mojokerto. Bertempat di BLC PT Telkom Tbk Mojokerto pada hari Sabtu tanggal 26 Februari 2011 , kegiatan tersebut berlangsung cukup meriah, diikuti oleh 26 peserta Generasi Muda dari tiap – tiap perwakilan PC dan PAC sekota Mojokerto. Dengan mengusung Tema “Pentingnya Gerakan Internet Sehat untuk Mewujudkan Generasi Muda yang Alim,Berbudi Luhur, dan Mandiri.” diharapkan hasil dari kegiatan pelatihan tersebut para peserta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan internet.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB, molor satu jam dari waktu yg direncanakan. Pembukaan di buka oleh Dewan penasihat DPD LDII Kota Mojokerto Drs. H.M Syamsuddin. Untuk selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dan penjelasan dari Manajemen Telkom oleh bapak H. Rusli mengenai Conten telkom dan speedy. Lalu dilanjutkan materi kegiatan yang di isi oleh team trainer dari DPD LDII Kota Mojokerto serta perwakilan dari Provinsi yang diwakili oleh Mas Ali Mustika Sari beserta rekan.

Alhamdulillah acara berjalan dengan aman dan lancar, walau ada sedikit insiden – insiden yang diluar control adalah lumrah karena kita baru pertama kali mengadakan kegiatan tersebut dan mencoba untuk menjadi lebih baik. Selanjutnya Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kita lanjutkan dengan menggandeng PT Telkom sebagai penyedia layanan internetnya.

Rabu, 02 Februari 2011

BUKAN SIAPA-SIAPA

Dia berjuang sejak kecil. Anak yatim menjadi predikat yang menempel di dirinya sejak ia berusia 8 tahun. Meski ibunya bersuamikan lagi, ia berusaha tak memberatkan siapa-siapa. Sedari kecil, ia berusaha untuk mandiri, berusaha membahagiakan ibu, ayah tiri, dan adik-adiknya. Ia juga mencari uang tambahan untuk sekolahnya. Selalu berusaha menjadi kreatif daln tak mau menyerah oleh keadaan, menjadikannya semakin kuat. Karena sejatinya orang yang pandai itu bukanlah dia yang pandai dalam mata pelajaran maupun hebat dalam ekstra kurikuler, karena ORANG YANG PANDAI ITU ADALAH ORANG YANG CERDAS MENGATUR DAN MEMANFAATKAN SITUASI.



Dalam tas sekolahnya selain buku dan alat tulis, terdapat barang dagangan berupa sampoo, permen, bolpoin, buku, pelembab, dll untuk diperdagangkanya pada teman-teman sekolahnya, kompetisi-kompetisi yang di gelar di sekolah ia ikuti, dan berbagai macam beasiswa ia ajukan. Akhirnya, ia pun mampu bersekolah tanpa mengeluarkan biaya, bahkan uang hasil jerih payahnya dapat ia sisikan untuk membeli pakaian atau buku-buku di luar mata pelajaran sekolah, karena ia memang suka membaca.



Satu hal yang selalu ia ingat saat mengikuti pengajian ialah pesan pak kyai yang mengatakan bahwa " KEWAJIBAN ORANG TUA ADALAH MEMBESARKAN ANAKNYA HINGGA DEWASA, DAN KETIKA ANAKNYA MENGINJAK USIA 17 TAHUN ATAU JIKA ANAKNYA SUDAH MENIKAH, MAKA KEWAJIBAN ORANG TUA ITU TELAH GUGUR" Sejak itu ia berjanji dalam hatinya untuk sesegera mungkin bisa mencari uang dan tak memberatkan orang tuanya, serta bisa berbakti pada orang tuanya. Selepas SMU, ia pun di hadapkan pada berbagai macam pilihan antara kuliah, kerja , dan nikah.



Karena ia termasuk siswa yang berprestasi maka guru-guru yang mendidiknya dan beberapa teman dekatnya menganjurkannya untuk kuliah. Sebenarnya ia ingin sekali untuk kuliah, apalagi diantara teman-teman sekelasnya hanya ada 5 orang yang tidak kuliah, termasuk dia, namun iatak ingin memberatkan orang tuanya dengan biaya kuliah yang cukup banyak, maka ia pun hendak melamar pekerjaan. Pilihan yang cukup berat, namun akhirnya ia lebih memilih saran orangtuanya untuk segera menikah. Ia yakin bahwa mengabulkan keinginan orang tua berarti membahagiakan orang tua, maka ia lakukan itu.



Pernikahan itu pun menjadikannya wanita yang berbahagia, karena adanya keharmonisan dalam rumah tangganya. Ia tak mau tinggal diam dengan hanya mnjadi ibu rumah tangga. Ia berusaha mencari uang dengan keahliannya dari kecil yaitu berdagang. Dan ketika ia merasa mampu untuk mengeluarkan biaya kuliah, ia memutuskan untuk kuliah. Seperti sebelumnya, ia berusaha membiayai semua keperluan kuliahnya tanpa merepotkan siapapun. Hingga akhirnya, dengan kuliah itu cita-citanya menjadi seorang pendidik pun terkabul. Cita-cita yang terpendam dalam tempo 7 tahun. MEMANG, TAK ADA HAL YANG TAK MUNGKIN DI DUNIA INI.



Setelah ia merasa sukses dengan semua yang telah ia miliki, ia ingin melihat adik-adiknya juga sukses. Namun, kenyataan tak semudah yang di bayangkan. Alloh telah menciptakan keanekaragaman pada tiap hambanya. Jika wanita itu terlahir sebagai wanita yang pandai dan kreatif, maka adik-adiknya belum ada yang bisa mengalahkan kepandaian dan kekreatifannya. JIka wanita itu memiliki semangat juang yang tinggi dan selalu optimis maka adik-adiknya termasuk anak yang sedikit pemalas dan penakut. Jika wanita itu tak pernah meninggalkan sholat 5 waktu sejak kelas 6 SD, maka adik-adiknya tidak demikian. Jia hidup wanita itu selalu berusaha tidak merepotkan orang lain dengan selalu mandiri sejak SLTP maka adik-adiknya belum mampu untuk mandiri dan sedikit manja. Berat rasanya memikirkan adik-adiknya yang demikian itu untuk menjadi seseorang yang sukses.



Hari demi hari ia berusaha memotivasi, menasehati, memarahi, dan mendoakan adik-adiknya untuk berubah menjadi lebih baik. Mungkin ia terkesan cuek, diam, dan tak peduli, namun ia menaruh harapan besar dan sangat bangga pada adik-adiknya. Karena adik-adiknya itu berbeda dengan yang anak-anak yang lain.



Sebut saja si SUPERMAN, yang jarang melepas kacamata kecuali ada hal-hal yang penting. Adiknya yang satu ini memang sedikit nakal karena kemana-mana tak pernah pamit hingga seluruh keluarga jadi khawatir. Meski demikian, kini ia telah mampu membuktikan bahwa ia menjadi lelaki yang mandri. Tiap hari PP Mojokerto-Surabaya untuk bekerja dan menuntut ilmu setinggi-tingginya guna masa depan yang lebih baik. Wanita itu pun merasa bahwa, adiknya kini mampu mengalahkan kesuksesannya. Ia bangga pada adiknya yang cukup gesit, karena ia tak memiliki kegesitan seperti itu. SUPERMAN, BERJUANGLAH TERUS HINGGA TITIK DARAH PENGHABISAN. Doa wanita itu selalu menyertainya.



Adiknya yang lain adalah BATMAN. Lelaki yang agak gelap ini, hobby sekali dengan game apalagi game online, hingga lupa waktu. Suatu hal yang sangat tidak penting dan menjadikannya semakin malas beraktifitas. Jengkel sekali memikirkannya. Disisi lain, dia adalah lelaki yang baik dan patuh pada orangtua. Terima dengan uang saku yang pas-pasan untuk kuliah, bergaul dengan anak-anak yang baik telah menentramkan hati keluarga. Wanita itu pun bangga memiliki adik yang pandai tentang teknologi, karena wanita itu memang wanita jadul. BATMAN, KELUARGAMU BANGGA PADAMU, APALAGI JIKA KAU BERUBAH JADI LEBIH BAIK. Jangan, menyia-nyiakan waktu, karena waktu takkan dapat diputar kembali.



Adik satunya lagi ialah WONDER WOMAN. Gadis yang super aktif ini suka sekali jajan dan menghabiskan uang. Hemmmm.... bikin kesel. Emang cari uang itu gampang apa..???!!! Keaktifan Wonder Woman telah menghasilkan berbagai macam penghargaan dan membuat bangga semua orang, baik keluarga, maupun lingkungan sekolahnya. Sesibuk apapun, jangan lupa berbakti dan membantu orang tua yach....!!! Agar mereka semakin bangga. WONDER WOMAN, JADILAH ANAK YANG CERDAS DAN SANTUN,,,...!! Jika kau mampu melakukan hal itu, sudah pasti kau telah mampu mengalahkan kesuksesan kakak-kakakmu.



Adik yang terakhir ialah....... R.A. KARTINI, yang terkenal dengan habis gelap terbitlah terang. R.A.Kartini adalah gadis yang ga suka neka-neko dan apa adanya. Ia baik, sabar, nriman, dan polos. Kebaikan R.A Kartini ini mengaharukan semua orang. R.A. Kartini, jadilah wanita yang aktif agar semua orang menjadi bangga padamu. R.A KARTINI, BANGKITLAH...!!! KARENA BANYAK POTENSI DIDIRIMU YANG MASIH TERPENDAM. GALILAH...!!! Jika kau mampu menggalinya maka jelas sekali bahwa kau telah mampu mengalahkan segala kelebihan yang dimiliki oleh kakak-kakakmu.



Sebenarnya masih ada satu lagi adiknya yang sangat tertutup dan karena ketertutupannya itu ia menjadi wanita yang pasif. Sebut aja dia sebagai WANITA PRIBUMI yang tak berdaya dan tertindas oleh para penjajah. Cita-citanya terpendam dalam dasarnya samudra. Semoga keikhlasannya dalam hadapi hidup ini membawanya pada suatu semangat baru untuk hidup yang lebih baik. JANGAN KALAH OLEH KEADAAN. BANGKITLAH....!!!



Kini wanita itu sadar bahwa dirinya bukanlah yang terhebat, bukanlah yang tersukses, bukanlah yang terbaik. Wanitu itu menyadari bahwa dirinya BUKANLAH SIAPA-SIAPA. Wanita itu bukan superhero yang mampu merubah situasi dan kondisi, bukan juga pahlawan yang namanya selalu di kenang zaman. Dia hanyalah bagian dari suatu keluarga yang mendambakan kesuksesan atas harmonisnya keluarga.



Hidup itu butuh perjuangan. Hidup itu tidak mudah. Hanya dia yang berjuang,yang mampu mengalahkan keadaan. Hanya yang berjuang yang dapat mengenggam dunia.



Tiap diri memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka hidup ini adalah untuk saling melengkapi. Begitu juga dengan keluarga. Hanya keluarga yang solid yang akan lahirkan keharmonisan. Hanya keluarga yang bekerja sama yang mampu berdiri tegak dan tak mudah diremehkan orang lain.

Rabu, 22 Desember 2010

Kegiatan Musda VII DPD LDII Kota Mojokerto


Alhamdulillah DPD LDII kota mojokerto dapat melaksanakan kegiatan MUSDA yang ke VII. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Dharma Wanita kota mojokerto, pada hari kamis tanggal 7 oktober 2010. Musda kota mojokerto dibuka oleh bapak Wakil Walikota Mojokerto yang mewakili Bapak Walikota yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa permasalahan bangsa ini sesungguhnya adalah ada pada masalah moral sehingga menyebabkan timbulnya krisis kepercayaan yang berakibat berkembangnya krisis moneter, ekonomi, sosial dan budaya. Untuk keluar dari krisis tersebut, beliau mengatakan bahwa kita harus mengembalikan moral generasi kita dengan baik, dan sesuai dengan tema Musda tersebut yaitu “ MENINGKATKAN PERAN LDII DALAM MEMBANGUN MORAL BANGSA YANG BERAKHLAKUL KARIMAH UNTUK PENGUATAN NKRI “
Perlunya musda ini dlakukan karena untuk mengadakan evaluasi kinerja para pengurus yang terdahulu, agar dapat menjadi acuan bagi pengurus yang akan datang supaya dapat bekerja dengan baik dan professional.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan MUI Kota Mojokerto, Kemenag, perwakilan PC Muhammadiyah dan NU serta + 100 peserta yang terdiri dari Unsur DPD LDII Provinsi Jawa Timur, Utusan dari PC dan PAC, seluruh pengurus pleno DPD LDII Kota Mojokerto masa bhakti 2005 – 2010, serta para ulama dan peninjau dan juga para undangan lainnya.

Rabu, 01 September 2010

Pengajian Muda - mudi Semalam suntuk





Pada hari sabtu, tanggal 10 April 2010 di PAC Magersari diadakan pengajian semalam suntuk bagi muda – mudinya. Sehubungan dengan adanya kegiatan itu, maka pada malam itu diadakan acara nonton bareng yang diadakan di dalam aula. Sedangkan untuk film yang diputar yaitu mengenai cerita Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam. Dan dalam acara itu ketua panitia mengadakan dorprize juga, dimana pertanyaan yang diajukan disesuaikan dengan tema film tersebut. Dan alhamdulillah banyak muda – mudi yang antusias untuk menjawab. Tujuan diadakannya kegiatan nonton bareng tersebut agar para muda – mudi tahu perjuangan nabi kala memperkenalkan islam kepada masyarakat mekah yang keras dan dalam keadaan yang jahiliyah. Dan juga sebagai motivasi agar para muda – mudi selalu semangat dalam menyebarkan dakwah islamnya.

Senin, 30 Agustus 2010

Lima Sukses di bulan Ramadhan

Alhamdulillah tujuh hari puasa telah lewat dan sungguh berbahagialah umat islam yang berhasil melewatinya. Puasa ramadhan adalah sarana yang tepat untuk berlatih pengendalian diri. Di bulan ramadhan, kita tidak hanya berlatih menahan lapar, dahaga dan syahwat di siang hari, tetapi juga mengendalikan emosi negatif, perkataan bohong dan kotor serta perbuatan tercela lainnya. Makna puasa menurut Rosulalloh SAW tidaklah hanya menahan diri untuk tidak makan dan minum di siang hari tetapi juga menahan diri dari perkataan bohong dan kotor. Tidak ada artinya seseorang berpuasa jika harinya dipenuhi dengan menebar kebohongan, isu dan gosip, menggunjing dan menipu serta penuh dengan ucapan-ucapan tercela. Rosulalloh SAW bersabda yang artinya “barangsiapa yang berpuasa ramadhan lalu dia tidak meninggalkan perkataan bohong dan perbuatan yang mengandung kebohongan, maka Alloh SWT tidak akan memberikan pahala atasnya, melainkan hanya perbuatannya meninggalkan makan dan minum” (HR.At-Tirmidzi). Jika tidak dikendalikan, mulut merupakan bagian tubuh manusia yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam neraka. Sehingga dengan puasa ramadhan kita berlatih mengendalikan mulut untuk berkata baik dan jujur, serta mengurangi menebar gosip, menggunjing dan menipu.

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh kemurahan dan keberkahan. Di bulan ramadhan, segala amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan segala amal kejelekan dilipatgandakan dosanya. Ini saatnya bagi kaum muslimin untuk berlomba-lomba mencari dan menabung pahala kebaikan sebanyak-banyaknya. Rosulalloh SAW bersabda dalam hadits qudsi yang artinya “Sesungguhnya Tuhan kalian mengatakan: setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus dan berpuasa adalah amalan untukKu dan Aku akan membalasnya” (HR. At-Tirmidzi).

Selanjutnya, marilah kita isi bulan ramadhan tahun ini dengan mengerjakan ibadah wajib dan ibadah sunnah sebanyak-banyaknya. Sebagai kaum muslimin kita harus mampu meraih lima sukses ramadhan yang sangat besar pahalanya, yaitu: (1) sukses berpuasa- menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, kecuali bagi mereka yang diperbolehkan tidak berpuasa, (2) sukses sholat tarwih-melaksanakan ibadah sholat sunnah tarwih sebulan penuh sesuai kemampuannya baik 11 rakaat maupun 23 rakaat,dll (3) sukses tadarus Al-Qur’an- membaca/mengkaji Al-Qur’an sampai khattam minimal satu kali bagi mereka yang telah mampu membaca secara baik dan benar, (4) sukses i’tikaf-menjalankan ibadah i’tikaf (berdiam diri) di Masjid terutama di sepuluh malam yang akhir dari ramadhan dan berupaya sekuat tenaga agar mendapatkan pahala Lailatul Qodar, dan (5) sukses menunaikan zakat fitrah-bagi seluruh kaum muslimin. Sungguh besar pahala yang akan diperoleh jika lima sukses ramadhan berhasil kita dapatkan. Sebaliknya, sungguh besar penyesalannya jika bulan ramadhan telah lewat dan lima sukses ramadhan tidak kita peroleh.

Alloh telah menjanjikan pahala yang besar bagi kaum muslimin yang sukses menjalankan ibadah puasa. Di dalam sabda Rosulalloh SAW dikatakan “barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena iman dan mencari pahala, diampuni baginya dari dosa-dosanya yang telah dahulu” (HR. Bukhari). Sebaliknya gambaran ruginya orang yang tidak sukses berpuasa di bulan ramadhan dapat dilustrasikan oleh sabda Rosulalloh SAW sebagai berikut “Barang siapa yang tida berpuasa sehari dari ramadhan selain keadaan yang dimurahkan Alloh pada orang maka pahala puasa sehari yang dia tidak puasa tidak mencukupi jika diganti dengan pahala puasa setahun” (HR. Abu Dawud). Kita tentu termasuk orang yang ingin mendapatkan pengampunan Alloh atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dan tidak ingin rugi karena meninggalkan puasa meskipun hanya satu hari. Dengan meraih sukses berpuasa Insya Alloh kita termasuk orang yang akan mendapatkan pengampunan.

Selanjutnya di dalam sabda Rosulalloh SAW dikatakan “barang siapa menetapi ibadah (sholat tarwih) di bulan ramadhan karena iman dan mencari pahala, diampuni bagi orang apa-apa yang telah dahulu dari dosanya orang” (HR. Bukhari). Sungguh besar pahala yang dijanjikan Alloh kepada kaum muslimin yang mampu menjalankan sholat tarwih di bulan ramadhan sehingga seharusnya menjadi motivasi bagi kita semua untuk mengerjakannya, meskipun kondisi tubuh kita justru menginginkan untuk bersantai setelah kenyang berbuka. Untuk itu, mencapai sukses menjalankan sholat tarwih haruslah kita gapai dalam bulan ramadhan ini.

Di dalam bulan ramadhan sudah semestinya kita mecontoh apa yang telah dilakukan oleh nabi besar Muhammad SAW. Dalam bulan ramadhanlah beliau mengkhatamkan tadarus Al-Qur’an dari awal hingga akhir 30 juz. Di dalam tadarus Al-Qur’an pun dijanjikan Alloh banyak sekali pahala dan kebaikan. Rasulalloh bersabda “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabulloh (Al Qur’an) maka baginya mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipat-gandakan menjadi sepuluh kalinya (HR. At-Tirmidzi).” Tentu saja kita ingin tergolong sebagai orang yang mendapatkan pahala dan kebaikan yang sedemikian besarnya, maka meraih sukses tadarus Al-Qur’an mestinya menjadi target yang harus kita capai dalam bulan ramadhan ini.

Di dalam sepuluh hari yang akhir di bulan ramadhan, Alloh menyediakan satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qodar. Beribadah di malam Lailatul Qodar, pahalanya lebih baik daripada pahala beribadah selama seribu bulan. Karena kita tidak tahu kapan malam Lailatul Qodar, strategi untuk mendapatkannya adalah meningkatkan amal ibadah kita di sepuluh malam terakhir ramadhan dengan melaksanakan i’tikaf. Dengan sukses i'tikaf, Insya Alloh kita akan mendapatkan malam Lailatul Qodar dalam ramadhan ini.

Terakhir, menjadi kewajiban kaum muslimin untuk membayar zakat fitrah sebelum mengakhiri ramadhan. Di dalam suatu riwayat dari Abdulloh bin Umar, dia berkata : “Rosulalloh memerintahkan kepada kami untuk menyerahkan zakat fitrah sebelum orang melaksanakan sholat Iedul Fitri, dan Rosulalloh mewajibkan zakat sebanyak satu so’ gandum atau kurma atau keju kepada laki-laki, wanita, anak kecil, orang tua, orang merdeka atau hamba sahaya dari orang-orang Islam” (HR. Abu Dawud). Kewajiban membayar zakat fitrah berlaku untuk orang islam, baik bagi bayi yang baru lahir hingga orang tua dan bagi yang miskin maupun yang kaya. Untuk itu perlu ditumbuhkan kesadaran dan solidaritas diantara umat Islam untuk saling membantu dan menolong serta meningkatkan kepedulian kepada sesama. Kepada tetangga muslim kita yang kurang beruntung, kita harus membantunya agar dapat memenuhi kewajiban membayar zakat fitrah dan dapat merayakan hari Iedul Fitri. Setelah sebulan berlatih pengendalian diri, hati kita semestinya semakin peka untuk saling menolong sesama dan kita pun menjadi semakin dermawan. Dalam sebuah riwayat dikatakan “Ketika bulan Ramadhan tiba, Rosulalloh SAW adalah orang yang paling dermawan terhadap kebaikan lebih kencang daripada angin yang dilepas” (HR. Bukhari). Apalagi dalam hadits yang lain Rosulalloh bersabda yang artinya “Alloh senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya” (HR. Muslim). Dengan sukses menunaikan zakat fitrah, selain memenuhi kewajiban kita sesudah puasa ramadhan sekaligus membantu hamba Alloh yang memerlukan.

Banyaknya pahala dan kebaikan yang dijanjikan Alloh di bulan ramadhan ini seharusnya merupakan tantangan bagi kita untuk meraihnya. Semoga kita tergolong sebagai orang yang meraih kemenangan pada 1 Syawal (kembali kepada fitrah sebagaimana waktu kita dilahirkan) melalui keberhasilan kita meraih lima sukses ramadhan. Selamat berpuasa serta berlomba menggapai lima sukses ramadhan dan semoga Alloh SWT memberikan ridhoNya kepada kita semua. Amiin

Sabtu, 03 April 2010

Makanan di Pondok

Pesantren, pondok pesantren, atau disebut pondok saja, adalah sekolah Islam berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di dalam pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang al-Qur'an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa-bahasa Arab. Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri) belajar di sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh pesantren. Institusi sejenis juga terdapat di negara-negara lainnya; misalnya di Malaysia dan Thailand Selatan yang disebut sekolah pondok, serta di India dan Pakistan yang disebut madrasa Islamia.
Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, dimana kata "santri" berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok berasal dari Bahasa Arab funduuq (فندوق) yang berarti penginapan. Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai. Banyak pesantren di Indonesia hanya membebankan para santrinya dengan biaya yang rendah, meskipun beberapa pesantren modern membebani dengan biaya yang lebih tinggi. Meski begitu, jika dibandingkan dengan beberapa institusi pendidikan lainnya yang sejenis, pesantren modern jauh lebih murah.
Para santri yang tinggal di pondok akan mendapatkan makanan dari pondok. Menurut pengakuan beberapa santri, makanan di pondok itu sering terkesan sederhana bahkan amat sederhana. Beberapa waktu yang lalu tersebar berita tentang 22 santri di Klaten yang keracunan makanan pondok karena daya tahan tubuh mereka yang rendah ( baca http://www.antara.co.id/print/?i=1174485498 ). Begitu juga keberadaan santri di daerah Magelang, yang tercacat ada 65 santri yang keracunan makanan basi (baca : http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=29459), ada pula berita tentang santri yang keracunan telur ceplok, nasi kuning, dan beberapa berita-berita keracunan yang lain.
Sungguh memprihatinkan juga bila kita mengetahui hal yang demikian. Namun perlu kita ketahui bahwa keberadaan pondok-pondok pesantren LDII belum pernah mengalami hal yang demikian. Mengapa ? Karena menejemen Pondok pesantren LDII cukup baik. Walau kadang makanan-makanan yang dihidangkan dipondok belum cukup mewah dan masih terkesan sederhana. Al hasil di pondok pesantren LDII angka presentasi santri yang terserang sakit mag, diare, ataupun typus sangat kecil. Kesuksesan pengurus pondok-pondok pesantren LDII dalam mengelola segala sesuatu untuk santrinya tak luput dari dukungan seluruh warga LDII.

internet sehat

Pengakuan dan pujian diberikan oleh sejumlah peneliti dan aktifis bidang ICT (Information and Communication Technology) sesaat seusai pemaparkan presentasi tentang penelitian perkembangan pemanfaatan media baru (Internet) dan kaitannya dengan kebebasan berekspresi di Indonesia. Salah satu poin yang telah dipaparkan adalah gerakan advokasi Internet Sehat yang pro pada kebebasan berekspresi di Internet secara aman dan bijak, dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat.
Pengakuan dari internasional tersebut terjadi belum lama berselang, ketika diadakannya workshop khusus bagi para peneliti dan aktifis ICT se-Asia dalam lingkup OpenNet Initiative di Wawasan Open University, Penang, Malaysia. Khusus pada waktu itu, Indonesian ICT for Partnership (ICT Watch) bersinergi dengan dunia akademis dengan mengundang Akbar Marwan dari Universitas Gunadarma yang turut aktif berperan menyuarakan kepentingan dan keberhasilan Indonesia dalam workshop tersebut.
Menurut para wakil dari negara sahabat tersebut, program Internet Sehat tersebut adalah contoh yang unik dan inspiratif tentang bagaimana program advokasi kepada publik dilakukan dengan menggunakan sejumlah media baru (facebook, blog, crowdvine) digabungkan dengan kegiatan-kegiatan offline seperti workshop dan seminar, dan juga dilengkapi dengan ketersediaan booklet panduan dalam bentuk hardcopy maupun softcopy, merchandise hingga lomba blog sehat untuk meningkatkan awareness publik.
Blessing in disguise, Indonesia mendapatkan jadwal sesi paling akhir bersama Filipina, pada hari terakhir, setelah dua hari sebelumnya sejumlah peneliti dari negara lain di Asia memaparkan presentasinya. “Your presentation is the most interesting one so far,” demikian pujian yang disampaikan oleh India.
Workshop OpenNet Initiative itu sendiri dihadiri oleh peneliti dan aktivis ICT dari Universitas Toronto Kanada, Sekolah Hukum Harvard Amerika, Universitas Oxford Inggris dan Universitas Cambridge Inggris. Keempat perguruan tinggi kenamaan tersebut adalah penggagas kegiatan OpenNet Initiative yang didanai oleh negara Kanada melalui lembaga International Development Research Centre. Sekedar menyampaikan catatan sejarah, istilah Internet Sehat pada awalnya tercetuskan pada sekitar 7 tahun silam, tepatnya pada 2002. Salah satu kegiatan awal memperkenalkan program Internet Sehat ke publik secara luas adalah pada 29 April 2002, dengan meluncurkan situs resmi dan brosur hardcopy Internet Sehat edisi perdana. Bahkan sebulan sebelum peluncuruan tersebut, ICT Watch telah memulai gerakan ber-Internet Sehat dengan bentuk advokasi offline kepada Majelis Ulama Indonesia pada 13 Maret 2002
Dapatlah menjadi gambaran bagaimana sebenarnya visi-misi dari program advokasi Internet Sehat yang pertama kali dicanangkan dan dijalankan oleh ICT Watch sejak 2002 silam. Jelas bahwa program advokasi Internet Sehat yang diusung oleh ICT Watch adalah “mengedepankan kebebasan berekspresi di Internet secara aman (safely) dan bijak (wisely), dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat“. Jadi ketika ada program atau kegiatan yang mengusung nama Internet Sehat” tetapi pendekatannya adalah mutlak melulu soal filtering total di level ISP atau bersifat top-down (perintah/kewajiban), atau sekedar membuat acara/program seremonial belaka, maka sudah jelas program atau kegiatan tersebut “mendurhakai” atau “menciderai” semangat awal Internet Sehat tahun 2002. Atau setidaknya, dapat dkatakan bahwa program atau kegiatan tersebut bukanlah Internet Sehat dengan pendekatan bottom-up yang merakyat.





Ini bukan berarti ICT Watch ingin mengklaim sepenuhnya gerakan advokasi Internet Sehat. Justru sebaliknya, ICT Watch tidak ingin Internet Sehat diklaim oleh segelintir orang atau golongan saja sebagai hasil karyanya atau keberhasilannya. Sebab tanpa adanya semangat dan partisipasi dari masyarakat luas, program Internet Sehat hanyalah slogan semata sejak 2002 silam. Dalam kegiatannya, khususnya Internet Sehat, ICT Watch selalu melibatkan sebanyak mungkin pihak-pihak terkait, entah itu dari pemerintah, swasta ataupun masyarakat sendiri.

ICT Watch sendiri sudah menganggap bahwa istilah Internet Sehat sudah cukup popular di masyarakat dan sudah saatnya menjadi public domain. Setelah Internet Sehat menjadi populer dan dikenal cukup luas, maka peran ICT Watch berikutnya adalah menjaga agar kemurnian semangat (spirit) dan jiwa (soul) Internet Sehat tetap tegak terjaga sebagaimana dilahirkan 7 tahun lalu, dengan meminimalisir kemungkinan di-”manfaatkan” atau disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Salah satu penyalahgunaan tersebut misalnya untuk keperluan sekedar mendapatkan proyek ini-itu berkedok sosialisasi, untuk kepentingan pribadi atau segelintir kelompok tertentu, dengan seolah-olah peduli dan paham semangat mendasar dari Internet Sehat.
Untuk mendukung kegiatan Internet Sehat tersebut, kini ICT Watch tengah membangun “Lab Komputer Sehat”, lagi-lagi dengan mengedepankan semangat dari-oleh-untuk masyarakat. Lab tersebut diberi nama Lab Komputer Sehat yang mengumandangkan semangat “wise while online, think before you posting!“.
Mengingat pentingnya perlindungan untuk anak-anak dari konten negatif di Internet ini, pemerintah melalui DEPKOMINFO (Departemen Komunikasi dan Informatika) meluncurkan proyek INSAN (Internet Sehat dan Aman). Untuk memberikan dukungan pada proyek INSAN ini, dibuatlah perangkat lunak PERISAI (Perangkat Internet Sehat & Aman untuk Anak Indonesia) dengan harapan dapat memberikan edukasi dan sekaligus proteksi untuk anak-anak di era Internet.
PERISAI adalah software kreasi lokal yang dikembangkan khusus untuk memberikan perlindungan (proteksi) dan pendidikan (edukasi) bagi anak¬-anak Indonesia, mulai dari tingkat pra¬sekolah sampai tingkat menengah. Selain menyediakan fasilitas proteksi situs dalam bahasa Inggris dan Indonesia, PERISAI juga berisi berbagai macam program edukasi, seperti matematika, bahasa, komputer, geografi, kimia, fisika, dan lain-lain. Tentu saja Anda juga bisa menemukan berbagai permainan menarik didalamnya.

Informasi Teknologi

Informasi Teknologi
Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk menyusun, memproses, mendapatkan, menyimpan data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu dan juga merupakan informasi yang strategis dalam mengambil suatu keputusan.
Perkembangan IT memacu suatu cara baru dalam kehidupan sehari – hari seperti adanya istilah e- life atau yang artinya bahwa kehidupan kita selalu dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.
Jadi tidaklah heran jika ada seorang pakar IT yang mengibaratkan IT dengan dunia otomotif “ Seandainya dunia otomotif maju pesat seperti IT mungkin saat ini juga sudah dapat diproduksi sebuah mobil yang berbahan bakar solar, yang kecepatannya bisa kita pacu hingga kecepatan maximum 10.000 km / jam dan harga mobil tersebut bisa kita beli hanya dengan uang sepuluh ribu rupiah saja.
Melihat fenomena – fenomena tersebut sudah seharusnya kita sebagai warga LDII juga harus menguasai IT karena dengan begitu citra kita sebagai warga LDII di luar juga tidak diremehkan oleh ormas – ormas lainnya. Dalam hal ini yang menyangkut dengan masalah IT dan kita buktikan juga bahwa kegiatan kita tidak hanya melulu mengaji.
Saat – saat ini para ulama – ulama LDII dituntut untuk bisa mengerti serta memahami perkembangan IT yang secara continue akan terus berkembang. Jika saja para ulama tidak mau tahu tentang perkembangan IT, maka yang menonjol nanti adalah dampak negatifnya saja. Sebab kebebasan IT yang terjadi sekarang cenderung menodai nilai – nilai tradisi, agama dan budaya kita. Kenapa IT selalu kita dengung – dengungkan ? karena IT saat ini sudah menjadi KEBUTUHAN hampir semua lapisan masyarakat. Jadi jika saja para ulama tidak mau tahu dengan hal ini maka sama saja dengan membiarkan warganya sebagai umat yang tertinggal dari kemajuan dan perkembangan IT. Padahal IT juga bisa kita gunakan sebagai media dakwak kepada warga LDII khususnya dan masyarakat.
Untuk itulah kita para pecinta IT disini mempunyai ide untuk memanfaatkan nilai positif keberadaan IT ini sehingga dibentuklah suatu tim ICT untuk membantu program kerja DPP LDII. Karena dengan adanya tim ICT ini insya Allah program – program kerja DPP akan sangat terbantu melalui IT. Baik dari segi dakwahnya, penyampaian ke grass root dan lainnya.
Tidak bisa disangkal lagi bahwa sector IT dan telekomunikasimerupakan sector yang paling dominan dalam kehidupan manusia nantinya, dalam artian siapa yang dapat menguasai teknologi dengan baik maka dia bisa menguasai dunia atau menjadi gurunya dunia.

Selasa, 10 November 2009

UCAPAN SELAMAT UNTUK SBY - BOEDIONO


Ucapan Selamat untuk SBY-Boediono
Keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengucapkan selamat atas dilantiknya Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia dan Prof.Dr.Boediono, M.Ec. sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II masa bakti 2009-2014.

Teriring doa semoga Alloh Subhanahu Wata’ala melimpahkan petunjuk, lindungan dan bimbinganNya dalam mewujudkan Indonesia yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Hormat kami Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prof.Dr.Ir.KH.Abdullah Syam, M.Sc sebagai Ketua Umum. Sekretariat: Jl.tawakal IX No.13-15, Telp.021-5605851, 5682232; Fax:021-5633197, Jakarta Pusat 11440. [ www.ldii.or.id - www.ldii-online.com - www.blogldii.wordpress.com

Jumat, 06 November 2009

SIAPAKAH KH. NURHASAN AL UBAIDAH

Siapakah KH. Nurhasan Al-Ubaidah yang fotonya terpampang di rumah warga LDII?



Almarhum KH Nurhasan Al Ubaidah adalah pendiri Pondok Pesantren LDII, Banjaran, Burengan, Kediri, seorang ulama besar yang selama 11 tahun belajar ilmu agama di Makkah dan Madinah. Beliau menguasai Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Beliau menguasai Qiroah Sab’ah, yaitu bacaan Nafi’ Al Madani, Ibnu Katsir Al Makki, Abu Amr Al Bashri, Ibnu Amir As Syami, Ashim Al Kufi, Hamzah Al Kufi, dan Ali Al Kisa’i. Masing-masing guru tersebut memiliki dua murid yang sangat terkenal, sehingga bacaannya diistilahkan 21 bacaan. Beliau juga menguasai 49 kitab-kitab hadits lengkap dengan ilmu alatnya. Diantara guru-guru beliau adalah: Imam Abu Samah, Syeikh Umar Hamdan, Syeikh Yusuf, dan lain-lain. Oleh sebab itu warga LDII menempatkan beliau sebagai Ulama Besar.

Kamis, 05 November 2009

Kisah Penghuni Surga Terakhir

Kisah Penghuni Surga Terakhir Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
ImageBahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?

Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?

Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.

Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya.

Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami.

Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam.

Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.

Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya).

Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat.

Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: "Laa ilaaha illallah".

Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur).

Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah.

Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain.

Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu.

Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga.

Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji.

Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi.

Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya.

Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.

Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji!

Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (ridha).

Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya

Dokumentasi Rapimnas LDII 2009

Dokumentasi Rapimnas LDII 2009 Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

Berikut beberapa foto saat Rapimnas LDII di Balai Kartini 10-11 Juni 2009 kemarin.

rapimnasldii-jusufkalla

HM Jusuf Kalla Memberikan Sambutan dan Menutup RAPIMNAS LDII 2009

Image

Menteri Agama Membacakan Sambutan Tertulis Presiden RI

Image
Menteri Agama atas nama Presiden RI Membuka RAPIMNAS LDII 2009

Tanggapan Presiden SBY atas 11 butir hasil RAPIMNAS LDII

Tanggapan Presiden SBY atas 11 butir hasil RAPIMNAS LDII Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

11 Butir hasil RAPIMNAS LDII yang disampaikan oleh Bpk. Ir. H. Prasetyo Sunaryo, MT ( steering committee) saat audiensi dengan Bpk Presiden SBY di Istana Negara.

1) LDII mencermati perkembangan praktek politik demokrasi bangsa saat ini, mengharapkan agar berbagai tingkatan kekuasaan yang melekat pada seseorang harus dianggap sebagai sebuah amanah yang dititipkan oleh Alloh SWT kepada hambaNya yang akan dimintai pertanggungjawabannya, baik di dunia maupun di akhirat.

2) LDII mengharapkan selepas berbagai kegiatan politik 2009 agar terus dilaksanakan pendidikan politik demokrasi yang baik bagi rakyat agar demokrasi dapat dirasakan sebagai sebuah kehidupan politik yang memerlukan basis moral dan rasionalitas agar makna demokrasi dapat mewujud dalam kehidupan nyata sehari-hari.

3) LDII mengharapkan agar praktek demokrasi dapat menuju terjadinya konsolidasi demokrasi yang mengakibatkan rakyat semakin percaya pada demokrasi, agar demokrasi dapat mencerminkan kedaulatan rakyat sehingga dapat mencapai tujuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yaitu mensejahterakan rakyat secara berdaulat.

4) LDII mengingatkan kepada para elite politik dalam berbagai fungsinya, ketika melaksanakan pemilu sebagai salah satu praktek demokrasi agar sanggup menerapkan kaidah-kaidah demokrasi yang substansial dan mendasarkan pada kaidah-kaidah akhlak yang mulia serta tetap mengindahkan Pancasila sebagai dasar dari kehidupan bernegara bagi bangsa Indonesia sebagaimana tertera pada Pembukaan UUD 1945

5) LDII mengharapkan agar Pilpres 2009 dapat menjamin terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang mempunyai legitimasi politik yang kuat serta mampu menghasilkan Pimpinan Nasional yang berfungsi sebagai Khalifah fil Ardh' yang Rahmatan IiI 'Alamiin agar bisa mewujudkan kedaulatan teritorial NKRI, kedaulatan pangan, energi, pertahanan & financial menuju terwujudnya Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.

6) LDII menyerukan kepada semua pimpinan dan elit politik agar menegakkan etika politik, mentaati peraturan perundangan serta menerapkan praktik politik yang terpuji yang menggunakan cara-cara yang dibenarkan secara hukum positif dan hukum agama.

7) LDII menyerukan, agar kepada semua pihak yang diberi amanat mengelola sumberdaya alam Indonesia agar menganggap dan memahami, hakekatnya hak pengelolaan tersebut adalah sebagai amanat yang diberikan oleh segenap rakyat Indonesia dan untuk itu agar digunakan semaksimum mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Untuk meminimumkan biaya energi bagi bangsa Indonesia, maka LDII mendesak agar penggunaan dan pemanfaatan panas bumi dapat dimaksimalkan, berbagai peraturan-perundangan yang dianggap tidak kondusif bagi percepatan pemanfaatan panas bumi hendaknya dapat ditinjau ulang. Demikian pula untuk PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) agar dapat segera diwujudkan dengan melakukan pengkajian yang seksama dan mendalam terlebih dahulu terhadap kekhawatiran-kekhawatiran yang berkembang di masyarakat, apakah hal-hal yang dikhawatirkan tersebut dapat diatasi, baik pada dimensi teknis maupun non teknis.

8) LDII menyerukan agar bagi berbagai pihak yang mengelola progam pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Indonesia juga memahami, bahwa itu juga merupakan amanat untuk menjaga kelangsungan dan peningkatan kualitas bangsa Indonesia masa kini dan esok.

9) LDII mengaharapkan agar upaya peningkatan kapasitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IpTek) perlu menjadi agenda nasional bangsa Indonesia di tengah persaingan yang ketat, untuk mendukung daya saing ekonomi di tingkat lokal, regional dan global.

10) LDII menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia agar menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab, karena menyangkut masa depan dan kualitas bangsa Indonesia. Kepada para pimpinan dan elit politik, LDII menyerukan agar membangun budaya demokrasi yang bermakna serta lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan subyektifnya.

11) LDII sebagai organisasi kemasyarakatan bersikap netral-aktif dan menyerukan kepada seluruh warganya untuk mengawal pelaksanaan Pilpres 2009 agar dapat sungguh-sungguh berjalan secara demokratis. LDII mempersilahkan warganya untuk menentukan pilihan sesuai dengan pertimbangannya masing-masing


Tanggapan Presiden SBY

Setelah Ketua SC (Pak Prasetyo) menyampaikan Resume dari 11 butir Hasil Rapimnas tsb, Bapak Presiden mengatakan bahwa "Saya sudah menerima hasil-hasil dan pernyataan tsb. Dan saya menilai masukan dari LDII ini" sangat penting. Oleh karena itu saya mencoba mereview (mencermati ulang) dan memberi catatan2 setiap point pernyataan / hasil Rapimnas tsb."
Bapak Presiden kemudian memberikan tanggapan atas 11 butir Pokok2 Pikiran Rapimnas dengan terlebih dahulu Beliau mengatakan, "Hasil Rapimnas LDII ini mirip GBHN dan Visi Misi Capres." Sambil memuji dan mengatakan senang terhadap istilah2 yang digunakan dalam 11 butir tsb diatas.

Berikut tanggapan Bapak Presiden terhadap 11 (sebelas) butir pernyataan RAPIMNAS (yang berlangsung ± 45 menit) sebagai berikut:

Butir 1:
Dalam hal Tiga Pilar Mewujudkan Good Goverment (pemerintahan yang baik) yaitu:
- State (negara)
- Finansial / Private Sector (sector swasta / ekonomi)
- Civil Society (masyarakat madani),
sesungguhnya Man Actornya adalah Negara. Dan pemerintah adalah bagian dari negara, yang kesemuanya diatur dalam konstitusi kita. Saya suka dengan istilah equilibrium (keseimbangan), tidak statis namun dynamic. Demikian juga soal ekonomi, memang GBHN tidak ada tapi ada RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional). Saya senang dengan 11 butir Pernyataan Rapimnas dan rasanya klop betul dengan apa yang saya pikirkan. Ini juga yang menjadi isu global. Dari berbagai pertemuan saya dengan pemimpin dunia, saya makin memahami dimana letak Indonesia dalam dunia yang sedang berubah saat ini. Kalau kita tidak tahu dimana posisi kita maka kita akan banyak kesulitan. Maka pemerintahan harus bersih, Good Governance (tata kelola pemerintahan yang baik) dan Clean Government (pemerintahan yang bersih).

Butir 2 :
Kita sedang melakukan transformasi konsolidasi demokrasi menuju kemapaman demokrasi. Saya suka istilah Basis Moral dan Basis Rasional, sebab bila irrasional dan emosional itu kepemimpinan bisa "dangerous" (berbahaya). Kecuali Climated Change (perubahan iklim) ini kesalahan manusia. Kalau gempa bumi itu alam. Jangan dilarikan ke mistik. Sebab saya sering dikritik setiap ada bencana dihubung2kan dengan keberadaan saya sebagai Presiden. Padahal lempengan Australia dan Asia sudah mulai terjadi keretakan 5 juta tahun yg lampau padahal kita semua belum ada pada waktu itu.

Butir 3 :
Cocok dengan pilihan rakyat bagi yg berhasil dengan yang tidak berhasil harus diterima dan jangan dicari2 kesalahan. Saya mohon kepada LDII mari kita kontrol sama2. Saya pernah kalah dalam pemilihan Wapres 2001 tapi saya terima, lalu saya evaluasi dan berikutnya saya maju sebagai Presiden. Ini sebaiknya menjadi seruan bagi semua.

Butir 4 :
Demokrasi substansial : kekuatan LDII sangat dahsyat maka jauhkan fitnah dan kekerasan, mari kita cari cara yang halal.

Butir 5 :
Kedaulatan : Mengapa ekonomi selamat? Karena kita punya keuangan, Lembaga2 Keuangan yang tidak Fully Connected (sepenuhnya berhubungan) dengan Lembaga Keungan Dunia sehingga kita tidak kena dampak krisis. Selain itu kita punya pengalaman menghadapi krisis ekonomi sehingga secara internal kita memiliki kemampuan mengatasi krisis. Persoalan Alih Teknologi, Pangan dari nomor urut 5 negara pengekspor pangan dunia menjadi nomor urut 3 (kita sudah ekspor beras, kedelai, tinggal daging, tepung....). Kalau persoalan teritotial kita komitmen bahwa tidak sejengkal tanahpun boleh diambil oleh bangsa lain. Namun untuk mempertahankannya tidak harus dengan perang. Ambalat bukan pulau melainkan hanya lautan yang didalamnya banyak kandungan minyak. Kalau perang siapkah kita biaya belasan trilyun perbulan, belum peralatan yang rusak, belum korban sipil. Pada Perang Dunia I dan 2, itu terjadi oleh karena Pemimpin Dunia ingin dibilang hebat.

Butir 6 :
Soal etika politik : cocok. Harus ada The Rule of Game (aturan main). Kata orang2 debat capres waktu lalu kurang seru, suruh hantarn2an. Harus diketahui bahwa budaya kita berbeda dengan budaya barat. Yang penting masing2 tahu pandangan masing2. Kalau saya ngotot2an, diluar bisa antem2an. Ada kesepakatan dengan Jusuf Kalla untuk tidak saling menyerang.

Butir 7 :
Kita sepakat 2020-2025 Energy Mix (energi campuran) atau Diversifikasi Energy. Kalau panas bumi dimajukan, subsidi BBM akan dicabut. Dan ini akan menjadi dilema bagi saya. Baiknya BBM bukan subsidi harga. Nuklir: rakyat kita belum banyak tahu sementara rakyat juga belum rasional. Undang-Undang tentang Nuklir tidak akan dicabut agar bangsa Indonesia ada pilihan. Hanya karena sekarang musim Pilpers maka rasanya kurang baik bicara soal nuklir sebab nanti akan bikin ribut lagi.

Butir 8 :
Reformasi pendidikan sudah bagus. Kita ingin menyiapkan satu lapis masyarakat yang cerdas menguasai IPTEK. Gaji Peneliti/Professor dinaikkan menjadi Rp. 12 juta. Yang kedua pendidikan bagi orang miskin yaitu pendidikan gratis bagi yang miskin.

Butir 9 :
Masalah ICT {Information Comunication Technology) : baru saja saya menghadiri Green Technology Exhibition di Korea, kita perlu membangun dan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan. Mari menyelamatkan moral bangsa dengan membuat policy atau kebijakan yang baik tentang ICT.

Butir 10 :
Saya setuju agar masyarakat dihimbau untuk tidak golput

Butir 11 :
Warga LDII mengawal Pilpres dan menyerahkan aspirasi masing2 warganya kepada Putra Terbaik Bangsa.. Bagus ini. Pemilu akan selesai pada saatnya. Tentu LDII memiliki kewajiban moral, bukan hanya melihat dalam konteks dakwah tapi juga konteks holistic (menyeluruh). Saya senang sekali dengan 11 butir hasil Rapimnas LDII. Saya juga sangat senang dengan pimpinan LDII yang konstruktip. Pemilu 2004 berjalan dengan baik dan insya Alloh Pemilu 2009 juga akan berjalan dengan baik dan mudah-mudahan Pemilu 2014 juga berjalan baik dan bisa tercapai Demokrasi yang Well Consolidated (konsolidasi yang baik), sebab negara lain mengalami defisit demokrasi, misal Iran, Singapore, Thailand dan Malaysia.